Rinderpest – Status dan Situasi

Dunia secara resmi dinyatakan bebas dari rinderpest pada 2011 dalam Sidang General Session OIE ke-79. Rinderpest, yang pernah menjadi penyakit hewan yang menjadi masyarakat di seluruh Asia, Eropa, dan Afrika, adalah penyakit menular kedua, setelah cacar bagi manusia, telah diberantas secara global berkat upaya puluhan tahun yang dilakukan secara internasional.

Meskipun virus rinderpest tidak lagi beredar di antara hewan, dunia tetap rentan terhadap terulangnya penyakit, karena stok virus, vaksin serta sampel biologis yang mungkin mengandung virus, masih disimpan di beberapa tempat di seluruh dunia. Oleh karena itu, OIE dan FAO berkolaborasi secara erat untuk memastikan bahwa setiap virus yang mengandung materi rinderpest disimpan dengan aman di fasilitas penyimpanan kontainmen tinggi serta menjadikan Rinderpest tetap merupakan penyakit yang wajib dilaporkan kepada OIE oleh setiap negara anggota. Di Indonesia Rinderpset merupakan diagnosa banding dari penyakit SE.

Sesuai dengan OIE Terrestrial Animal Health Code Chapter 8.16. (Article 8.16.9.), setiap negara anggota OIE perlu melaporkan status negaranya terkait ada atau tidaknya institusi yang menyimpan virus Rinderpest (institutions holding rinderpest virus containing material/RVCM).  Laporn terkait Rinderpest ini dilakukan setiap tanggal 1 November setiap tahunnya melalui Electronic Rinderpest Reporting System (ERRS).

Sampai dengan tahun 2018, status Indonesia tetap bebas Rinderpest dan tidak memiliki institusi yang menyimpan virus Rinderpest RVCM