Anthraks – Status dan Situasi

Updated tanggal: Februari 2019

Sampai dengan tahun 2018, hanya satu Propinsi yang ditetapkan bebas historis dari penyakit Anthraks yaitu Propinsi Papua.

Daerah dengan Status Bebas Athraks 2018
Daerah dengan Status Bebas Athraks 2018

Sepanjang tahun 2018, tercatat sebanyak 3 kasus dari 2 Laporan kejadian Anthraks. Kasus terjadi di Propinsi Nusa tenggara Barat sebanyak 2 kasus dan Sulawesi Selatan sebanyak 1 kasus.  Rata-rata kasus Anthraks Nasional selama tahun 2018 adalah sebesar 0,2 kasus perbulan dengan nilai ambang batas atas kelaziman sebesar 1.

Situasi Anthraks 2018
Situasi Anthraks 2018

anthraks

Kecurigaan terhadap Anthraks dilaporkan melalui laporan dengan sindroma Mati mendadak di ISIKHNAS  melalui Laporan P (spesifik untuk Anthraks).  Sebanyak 6 laporan kecurigaan terhadap Anthraks di Sulawesi Selatan (3), Nusa Tenggara Barat (2), dan Kalimantan Timur (1).

Dari data lalulintas ternak yang terkait dengan Antraks, tercatat masih ada ternak yang di transportasikan dari daerah tertular (Sulawesi Selatan) dan Nusa Tenggara Barat.  Dari laporan SKKH yang dikirim ke ISIKHNAS, Sebanyak 9.082 ekor ruminansia besar dan 1.095 ekor ruminansia kecil dikeluarkan dari Sulawesi Selatan sepanjang tahun 2018. Dari Provinsi Nusa Tenggara Barat tidak dapat di tampilkan peta lalulintas ternak ini dikarenakan masih belum digunakannya ISIKHNAS dalam penerbitan SKKH di Nusa Tenggara Barat. Berdasarkan peta lalulintas ternak dari dari daerah dengan kasus Anthraks pada tahun 2018 maka Propinsi Kalimantan Barat dan Kalimantan Utara berisiko terhadap penularan Anthraks.

Dasar Hukum Status Bebas

No. Prov/Kab/Kota Keputusan Menteri Pertanian Perihal Tanggal
1. Prov. Papua Kepmen No. 367/Kpts/PD.640/7/2003 Pernyataan Provinsi Papua bebas dari penyakit Anthrax 15 Juli 2003