Penyebaran Rabies di Provinsi Kalimantan Barat

0
419

Pada bulan Mei 2005 telah ditemukan sampel positif rabies pertama di Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang Provinsi Kalimantan Barat, setelah adanya laporan 29 kasus gigitan dengan 1 kasus lyssa pada periode Januari – April 2005.

Setelah melaksanakan program pengendalian dan pemberantasan dengan pembuktian surveilans dari Balai Veteriner Banjarbaru, maka pada bulan Agustus 2014 Provinsi Kalimantan Barat dinyatakan bebas rabies melalui keputusan Menteri Pertanian Reppublik Indonesia Nomor 885/Kpts/PD.620/8/2014.

Namun Status bebas rabies ini terusik dengan tingginya laporan kasus gigitan hewan penular rabies (HPR) di Kabupaten Ketapang dan Melawi pada periode bulan September – Desember 2014. Puncaknya pada tanggal 15 Desember 2014, dilaporkan telah terjadi kasus lyssa oleh Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat serta ditemukannya sampel positif rabies di Kabupaten Ketapang dan Melawi oleh Balai Veteriner Banjarbaru.

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Barat segera menerapkan vaksinasi darurat di wilayah kejadian kasus. Sedangkan di wilayah yang berbatasan langsung dengan wilayah kasus juga melakukan vaksinasi untuk mengurangi risiko masuknya virus rabies ke wilayah tersebut.

Untuk mendukung program penanggulangan wabah rabies di Kalimantan Barat, Gubernur telah menetapkan kejadian luar biasa (KLB) di Kalimantan Barat melalui keputusan nomor 428/BPBD/2015 pada 18 Februari 2015 disertai dengan pembentukan satuan petugas tanggap darurat pengendalian dan penanggulangan KLB rabies.

 Situasi rabies Penyebaran virus rabies di Kalimantan Barat masih belum terbendung juga dengan tindakan yang telah dilakukan baik oleh bidang kesehatan maupun kesehatan hewan. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya sampel positif rabies ditemukan di Kabupaten Kapuas Hulu pada bulan Juni 2015,.

 

Penyebaran virus ini masih berlanjut di tahun 2016, karena pada periode bulan Maret-Mei 2016 sampel positif dan lyssa di Kabupaten Bengkayang, Landak, Sintang, Sekadau dan Sanggau.

Kegiatan penanggulangan rabies yang telah dilaksanakan adalah sebagai berikut:

  1. Sosialisasi Penyakit Rabies
  2. Vaksinasi Rabies
  3. Kontrol populasi anjing liar
  4. Pelatihan Tim vaksinator rabies
  5. Pemberian Vaksin Anti Rabies (VAR) kepada petugas vaksinator

 

Berikut adalah data terkait situasi rabies di Kalimantan Barat (September 2014 – Agustus 2016)

No. Kabupaten Populasi Hewan Penular Rabies Kasus Gigitan

(Orang)

VAR

(Orang)

Meninggal (Orang)
1. Melawi 8.803 212 185 9
2. Ketapang 9.869 550 538 9
3. Sintang 2.617 232 166 4
4. Kapuas Hulu 30.211 198 195 2
5. Bengkayang 20.607 131 127 0
6. Landak 33 27 0
7. Sekadau 11.183 21 21 1
8. Sanggau 3.204 72 57 3
Jumlah   1.756 1.491 28

 

Penulis : drh. Ernawati

LEAVE A REPLY