Perkembangan Kejadian Avian Influenza (AI) pada Unggas Kondisi s/d 31 Agustus 2016

0
299

Perkembangan Kejadian Avian Influenza (AI) pada Unggas

Kondisi s/d 31 Agustus 2016

 Laporan perkembangan kejadian penyakit Avian Influenza (AI) pada unggas di Indonesia berdasarkan hasil Uji Cepat (Rapid Test) positif yang dilaporkan petugas kesehatan hewan respon cepat melalui SMS Gateway, iSIHKNAS dan surveilans investigasi BBV/BV sampai dengan kejadian AI per 31 Agustus 2016 sebagai berikut :

 Kejadian AI pada unggas selama bulan Agustus 2016 (1-31 Agustus 2016)

    1. Jumlah kejadian AI sebanyak 12 kejadian di 12 desa pada 9 Kab/kota di 8 Provinsi, yakni:
      • Kalimantan tengah 3 kejadian (Kapuas/3 kejadian, kec. Selat)
      • Jawa Barat 2 kejadian (Indramayu/ 2 kejadian Kec. Cikedung dan Kec. Cantigi);
      • Jawa Tengah 2 kejadian ( Magelang/1 kejadian kec. Ngluwar dan Semarang/1 kejadian kec. Bergas);
      • Banten 1 kejadian (Lebak/ 1 kejadian Kec. Warunggunung);
      • Yogyakarta 1 kejadian (Kulonprogo/1 kejadian Kec. Nanggulan)
      • Bangka Belitung 1 Kejadian (Pangkal pinang/1 kejadian-Kec.Bukit Intan);
      • Kalimantan Timur 1 Kejadian (Samarinda/1 kejadian Kec. Samarinda ulu);
      • Sulawesi Selatan 1 kejadian (Makassar/1 kejadian kec. Biring Kanaya);
  1. Menyebabkan kematian unggas sebanyak 194 ekor terdiri dari 150 ekor ayam kampung dan 44 ekor itik.
  1. Keterkaitan dengan Kasus Flu Burung pada manusia selama

Tidak ada kejadian positif Flu Burung pada manusia selama bulan Agustus 2016 dan selama tahun 2016 (Sumber Kementerian Kesehatan)

  1. Perkembangan kejadian AI pada unggas tahun 2006 s/d 2015

Sejak terjadinya wabah AI pada unggas di Indonesia yang dideklarasi pada bulan Januari 2004, kejadian secara bertahap menurun cukup signifikan setiap tahun yakni th. 2007 = 2.751 kejadian, th. 2008 = 1.413 kejadian, th 2009 = 2293 kejadian, th.2010 = 1502 kejadian, th. 2011 = 1.411 kejadian, th. 2012 = 546 kejadian th. 2013 = 470 kejadian, th. 2014 = 346 kejadian, tahun 2015 = 123 kejadian dan tahun 2016 = 199 kejadian.

  1. Kesiagaan Pengendalian AI pada unggas

Untuk mengantisipasi kondisi cuaca ekstrim curah hujan tinggi dan kejadian banjir di beberapa daerah di Indonesia yang berpotensi risiko meningkatnya kejadian AI pada unggas, maka telah diterbitkan Surat Edaran Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan No. 12141/PK.320/F/02/2016 tanggal 12 Februari 2016 tentang Peningkatan Kewaspadaan dan Pengendalian Penyakit AI di Musim Hujan.

  • Penyuluhan kesadaran masyarakat/peternak melapor bila unggas sakit/mati mendadak dan waspada
  • Petugas keswan lakukan Deteksi, Lapor dan Respon Cepat Pengendalian AI
  • Biosekuriti 3 Zona (Bersih, Antara, Kotor)
  • Vaksinasi 3 Tepat (Vaksin, Jadwal, Tehnik vaksinasi)
  • Sanitasi rantai pemasaran unggas
  • Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) Masyarakat
  • Surveilans dan investigasi dinamika virus AI
  • Pengadaan DOC dari Breeding farm bersertifikat Kompartemen Bebas AI
  1. Strategi pengendalian AI di indonesia meliputi :
  • Strategi Utama

(1) Deteksi, Lapor dan Respon (DLR) Cepat

(2) Biosekuriti

(3) Vaksinasi

(4) Penataan rantai pasar unggas

(5) Kompartementalisasi dan Zoning

(6) Surveilans

(7) Pengawasan lalu lintas

  • Strategi Penunjang

(1) Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE)

(2) Kemitraan pemerintah dan swasta (Public Private Partnership) 

(3) Legislasi

  1. Komunikasi Publik
    1. Masyarakat/peternak yang mengetahui adanya unggas sakit/mati mendadak agar melapor melalui SMS ke Tim Respon Cepat setempat/daerah terdekat atau melalui SMS dan Call Center AI Direktorat Kesehatan Hewan No. 08118301001
    2. Informasi kejadian AI pada unggas terkini di Indonesia dapat diakses melalui website: www.pertanian.go.id.(Kolom Berita, Judul Laporan Perkembangan AI di Indonesia)

 grafik_1_agustus

grafik_2_agustus

grafik_3_agustus

grafik_4_agustus

grafik_5_agustus

grafik_6_agustus

grafik_7_agustus

grafik_8_agustus

grafik_9_agustus

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY