PerkembanganKasus Avian Influenza (AI) pada Unggas Kondisi s/d 31 Desember 2014

0
470

Laporan perkembangan kasus penyakit Avian Influenza (AI) pada unggas di Indonesia berdasarkan hasil Uji Cepat (Rapid Test) positif yang dilaporkan Tim PDSR (Participatory Disease Surveillance and Response) melalui SMS Gateway dan surveilans investigasi BBV/BV sampai dengan kasus per 31 Desember 2014 sebagai berikut :

1. Kasus AI pada unggas selama bulan Desember 2014 (1- 31 Desember2014)

a. Jumlah kasus AI sebanyak 19 kasus di 19 desa pada 13 Kab/kota di 7 Provinsi, yakni:

1) Gorontalo 8 Kasus (Gorontalo/4 kasus dan Bone Bolango/ 4 kasus);

2) Jawa Barat 4 Kasus (Subang/1 kasus, Cianjur/1 kasus, Indramayu/1 kasus dan Majalengka/1 kasus);

3) Jawa Tengah 3 Kasus (Temanggung/1 kasus, Semarang/ 1 kasus dan Cilacap/ 1 kasus);

4) Jawa Timur 1 kasus (Tuban/1 kasus);

5) Riau 1 Kasus (Pekanbaru/ 1 kasus);

6) Sumatera Barat 1 kasus (Agam /1 kasus);

7) DI Yogyakarta (Gunung Kidul/1 kasus)

Lihat Lampiran-1

b. Menyebabkan kematian unggas sebanyak 3.063 ekor, terdiri dari 1547 ekor ayam kampung, 880 ekor Puyuh, 22 ekor ayam pedaging dan 614 ekor Itik.

2. Keterkaitan dengan Kasus Flu Burung pada manusia dalam bulan Desember 2014.

Tidak ada kasus (Sumber data : Kemenkes)

3. Perkembangan kasus AI pada unggas tahun 2006 s/d 2014

Sejak terjadinya wabah AI pada unggas di Indonesia yang dideklarasi pada bulan Januari 2004, kasus secara bertahap menurun cukup signifikan setiap tahun yakni th. 2007 = 2.751 kasus, th. 2008 = 1.413 kasus,th 2009 = 2293 kasus, th.2010 = 1502 kasus, th. 2011 = 1.411 kasus, th. 2012 = 546kasus th. 2013 = 470 kasus dan th. 2014 = 346 kasus

Lihat Lampiran-2, Lampiran-3.

Sebaran kasus AI per Provinsi selama tahun 2014 sebagaimana lampiran-4

Jenis Unggas dan jumlah unggas yang terserang HPAI sebagaimana lampiran-5 dan lampiran-6

4. Surveilans virus AI pada pasar unggas hidup

Guna mengetahui dinamika prevalensi virus AI pada berbagai sektor perunggasan di wilayah risiko tinggi AI, maka dilakukan surveilans virus AI melalui pengambilan sampel lingkungan dalam pasar tradisional yang diawakili oleh 260 pasar tradisional di wilayah Jabodetabek dan selanjutnya dilakukan uji lab untuk matrix influensa A dan PCR H5. Hasil surveilans menunjukkan terjadinya peningkatan prevalensi pada musim hujan dan kenaikan prevalensi pada tahun 2013 yang perlu diwaspadai.Hasilnya lihat Lampiran-7

5. Surveilans identifikasi virus AI A/H7N9

Dalam rangka antisipasi masuk dan menyebarnya virus AI A/H7N9 dari Cina atau negara tertular lainnya ke Indonesia, maka telah dilakukan pengambilan dan pengujian 864 sampel lingkungan di pasar unggas hidup terdiri dari Jabodetabek (534), Medan (148), Surabaya (146), Rawakepiting (36), hasilnya 33,7 % positif (+) matrix Influenza A, dan semua (100 %) negatif (-) H7N9. Lihat Lampiran-8

6. Kesiagaan Pengendalian AI pada unggas

Untuk mengantisipasi kondisi cuaca ekstrim curah hujan tinggi dan kejadian banjir di beberapa daerah di Indonesia yang berpotensi risiko meningkatnya kasus AI pada unggas, maka telah diterbitkan Surat Edaran Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan No. 28111/PD.520/F/11/2014 tanggal 28 November 2014 tentang Kesiapsiagaan Pengendalian Penyakit Unggas di Musim Hujan.

7. Komunikasi Publik

a. Masyarakat/peternak yang mengetahui adanya unggas sakit/mati mendadak agar melapor melalui SMS ke Tim PDSR/Tim Respon Cepat setempat/daerah terdekat atau melalui SMS dan Call Center AI Direktorat Kesehatan Hewan No. 08118301001

b. Informasi kasus AI pada unggas terkini di Indonesia dapat diakses melalui website: keswan.ditjennak.deptan.go.id. atau www.ditjennak.deptan.go.id

Lampiran 1

Lampiran 2

Lampiran 3

Lampiran 4

Lampiran 5

Lampiran 6

Lampiran 7

Lampiran 8

LEAVE A REPLY