Pedoman Pelayanan Pusat Kesehatan Hewan (PUSKESWAN)

0
1936

Dalam rangka meningkatkan pembangunan peternakan dan kesehatan hewan dan mewujudkan peningkatan populasi hewan dengan produktivitas dan reproduktivitas yang tinggi, status kesehatan hewan yang optimal, lingkungan dan ekosistem yang aman serta produk hewan yang Aman Sehat Utuh dan Halal (ASUH) diperlukan pelayanan kesehatan hewan yang profesional. Pelayanan veteriner yang profesional harus dapat melayani langsung kepada masyarakat peternak yang membutuhkan, terutama dalam penanganan penyakit hewan, pelayanan reproduksi dan permasalahannya, penerapan kewaspadaan dini
dan diseminasi informasi dan pelayanan terkait penyakit hewan lainnya. Kelembagaan kesehatan hewan milik pemerintah yang melakukan pelayanan secara langsung kepada masyarakat ditingkat kecamatan pada saat ini dilakukan oleh Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan). Oleh karena itu keberadaan Puskeswan sangat diperlukan, selain itu Puskeswan harus mendapat dukungan pembiayaan melalui pemerintah daerah maupun pemerintah pusat untuk dapat melengkapi bangunan, peralatan, Tenaga Kesehatan Hewan yang kompeten, biaya operasional maupun status kelembagaannya guna memberikan pelayanan veteriner yang optimal dan profesional.
Pedoman Puskeswan yang diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian No. 64/Permentan/OT.140/9/2007 tanggal 20 September 2007 sampai dengan saat ini masih sesuai dan relevan untuk diterapkan sehingga pada tahun 2020 dilakukan cetakan ke-7.
Dalam rangka penyempurnaan data Puskeswan setiap tahunnya diperlukan pembaharuan data dari Dinas yang membidangi fungsi Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi, Kabupaten/kota melalui iSIKHNAS sehingga didapatkan data puskeswan terkini sebagai bahan pendukung kebijakan Kesehatan hewan nasional.

Selanjutnya, Pedoman Pusat Kesehatan Hewan (PUSKESWAN) dapat diunduh dengan mengeklik tombol DOWNLOAD di bawah ini.

DOWNLOAD