Mentan SYL Tegaskan Pentingnya One Health di Sidang Organisasi Kesehatan Hewan Dunia ke-88

0
178

Jakarta – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyampaikan pengalaman Indonesia dalam implementasi one health  pada saat pembukaan 88th General Session of the World Assembly of National Delegates of the World Organization for Animal Health (OIE) yang diselenggarakan secara daring, 25-28 Mei 2021.

One health dapat dikristalkan menjadi satu kata yaitu kolaborasi yang merupakan pendekatan kolaboratif, multisektoral, dan transdisipliner–bekerja di tingkat lokal, regional, nasional, dan global–dengan tujuan mencapai hasil kesehatan yang optimal,” jelas Mentan SYL.

SYL juga menyampaikan bahwa pengalaman Indonesia dalam implementasi One Health sebelumnya, memudahkan sektor kesehatan hewan (pertanian) untuk berkontribusi langsung dalam merespon pandemi COVID-19 sejak awal. Hal ini dilakukan melalui kontribusi lima laboratorium kesehatan hewan milik Kementerian Pertanian dalam pemeriksaan sampel COVID-19 dari manusia.

“Kami juga menyumbangkan paket alat pelindung diri (APD), peralatan dan bahan pendukung untuk diagnosa COVID 19 bagi layanan kesehatan, tenaga kesehatan, dan laboratorium kesehatan,” tambahnya.

Sebelum pembukaan, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), Nasrullah didampingi oleh Direktur Kesehatan Hewan, Nuryani Zainuddin dan staf menghadiri salah satu rangkaian pertemuan Sidang Umum Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (OIE) ke-88 yakni pertemuan Regional Commission for Asia, Far East, and Oceania OIE, 24 Mei 2021.img-20210604-wa0005

Pertemuan regional tersebut menentukan topik strategis kesehatan hewan di kawasan, dan pemilihan beberapa perwakilan dari regional untuk OIE, seperti Bureau of the Regional Commission, the OIE Council, dan Specialist Commissions.

“Saya selaku delegasi tetap Indonesia untuk OIE, terpilih menjadi salah satu anggota regional core group untuk Regional Commission for Asia, Far East, and Oceania,” ujar Nasrullah.

Menurutnya, rangkaian Sidang Umum OIE selama lima hari ini akan menghasilkan berbagai resolusi penting di bidang kesehatan hewan, pengakuatan status bebas penyakit hewan, penetapan standar kesehatan hewan, dan pemilihan direktur jenderal serta struktur lain di OIE.

Pada pertemuan yang dihadiri juga oleh para focal point Indonesia untuk OIE dari Kementerian Pertanian, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta Kementerian Kelautan dan Perikanan ini, Indonesia berhasil mempertahankan status bebas salah satu penyakit hewan penting dunia yaitu Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

LEAVE A REPLY