Melukis Aksara untuk Berita

0
290

JAKARTA—Menyongsong era keterbukaan informasi publik di kementerian/lembaga pemerintah, Direktorat Kesehatan Hewan mengadakan Pelatihan Teknik Dasar Penulisan Karya Tulis Ilmiah Populer yang dilaksanakan pada Senin, 15 Maret 2021.

Guna memperluas jangkauan peserta, pelatihan dilaksanakan secara daring dan ditayangkan langsung di kanal media sosial Direktorat Kesehatan Hewan. Peserta pelatihan mencapai 254 peserta, dari berbagai instansi di antaranya adalah Direktorat Kesehatan Hewan, Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner, Balai Veteriner, Karantina, UPT dan Dinas Provinsi/Kabupaten/Kota terkait, serta kontributor majalah VETNESIA dari PB PDHI.

whatsapp-image-2021-03-15-at-09-46-09 whatsapp-image-2021-03-15-at-09-46-11-2

Materi pelatihan diisi oleh Yosep Suprayogi selaku Wartawan Utama Tempo.co, dan Sunudyantoro yang saat ini menjabat sebagai Redaktur Pelaksana TEMPO. Dalam pelatihan, peserta diajak mengupas satu per satu tahapan dalam menulis karya ilmiah popular. Yosep kemudian menjabarkan tahapn tersebut, dimulai dari menentukan ide dan tujuan, membuat outline, menggali materi atau referensi tulisan, serta mulai mengembangkannya menjadi tulisan.

Menurut Yosep, semakin kaya bahan pada saat memulai proses penulisan, maka tulisan menjadi lebih baik. Penulis disarankan untuk memiliki setidaknya 70% materi pada saat memulai proses penulisan. Pada kesempatan ini, Yosep juga menitikberatkan pada penulisan judul.

whatsapp-image-2021-03-16-at-13-31-16-1whatsapp-image-2021-03-16-at-13-31-16

“Judul adalah janji penulis terhadap pembaca untuk memberikan informasi tentang apa yang akan dibahas,” tekannya lebih lanjut. Pemilihan judul seyogyanya jangan terlalu terbuka, sehingga dapat memikat pembaca. Selain itu, untuk membuat tulisan diminati, gunakan kata yang sedang populer di masyarakat.

Senada dengan materi yang diberikan oleh Yosep, Sunudyantoro memberikan tips membuat alinea yang ringkas dan kuat. Panjang alinea idealnya tidak lebih dari lima baris. Struktur tulisan juga menjadi salah satu materi yang dibahas. Untuk membuat tulisan yang baik, strukturnya harus kuat, dan dapat menjaga perhatian pembaca, dengan menyodorkan konteks dan isi tulisan. “Hindari terlalu banyak menulis angka, karena dapat membuat pembaca menjadi bosan,” ungkap Sunud.

whatsapp-image-2021-03-16-at-13-34-37 whatsapp-image-2021-03-16-at-13-31-16-2

Antusias peserta dalam pelatihan terlihat pada saat sesi diskusi dengan pemateri, di mana peserta bersemangat memberikan pertanyaan dan umpan balik yang diberikan oleh Yosep maupun Sunud. Peserta juga berharap, ke depannya pelatihan semacam ini akan kembali dilaksanakan sebagai continuing education bagi para medik dan paramedik, dengan tujuan menyebarluaskan informasi terkait dunia veteriner kepada masyarakat umum, sebagai salah satu bentuk peningkatan kesadaran masyarakat.

Selain itu, PB PDHI melalui Vetnesia juga mendukung peningkatan kesadaran menulis bagi kolega dokter hewan, melalui program dan slogan , “Gerakan Dokter Hewan Menulis” yang saat ini tengah digaungkan di dunia maya. (red)

 

Penulis berita: Drh. Riena Carlina
Penyunting aksara: Drh. Megawaty Iskandar

LEAVE A REPLY