Prosedur Operasional Baku (SOP) Pengujian Penyakit Hewan

0
1716

ISO 17025 menyatakan bahwa setiap laboratorium pengujian/ diagnostik harus menjamin kualitas pengujian dan kesesuaian hasil yang dikeluarkan (calibrated). Faktor yang mempengaruhi kualitas sebuah pengujian adalah: penguji, peralatan yang digunakan, metoda uji dan reagen/material yang digunakan. Penggunaan reagen/material kontrol positif dan kontrol negatif dalam setiap pengujian merupakan salah satu faktor internal untuk menjamin mutu pengujian.

Sesuai dengan SK Kementan tahun 2012 No 89 /Kpts /PD.620 /1 /2012 setiap Balai Besar/Balai Veteriner ditunjuk menjadi lab rujukan untuk masing-masing penyakit. Peran laboratorium rujukan adalah mendukung penerapan sistem mutu di jejaring laboratorium veteriner, antara lain dengan menyediakan standar pengujian SOP; memproduksi dan mendistribusikan dan memonitor penggunaan material standar (reference) berupa material standard kontrol nasional atau National Quality Kontrol (NQC) dan menilai kompetensi pengujian laboratorium di Indonesia melalui uji proficiency (OIE).

IMUNOHISTOKIMIA

  1. Uji histologi untuk deteksi  Bovine Spongiform Encephalopathy  (BSE)
  2. Uji  Flouresens Antibody Technique  (FAT) untuk deteksi  virus  Bovine Viral Diarrhea
  3. Direct Rapid Immunohistochemichal Test  (DRIT) untuk deteksi virus Rabies
  4. Uji  Fluoresens Antibody Technique  (FAT) untuk deteksi virus Rabies
  5. Uji  Immunohistokimia untuk deteksi antigen BVD
  6. Uji  Indirect Immunoperoxidase Monolayer Assay  (IPMA) untuk deteksi virus PRRS
  7. Rabies  Immunoperoxidase Antigen Detection  (RIAD)
DOWNLOAD FOLDER

 

ISOLASI

  1. Uji isolasi  Bovine Herpes Virus-1  penyebab  Infectious Bovine Rhinotracheitis  pada sel kultur
  2. Isolasi virus CSF pada kultur sel
  3. Isolasi dan identifikasi bakteri Anthrax ( Bacillus anthracis )
  4. Isolasi, identifikasi, dan serotyping  Salmonella Sp.
  5. Isolasi dan identifikasi virus  Avian Influenza  pada telur ayam bertunas
  6. Isolasi dan identifikasi penyakit  Septicaemia Epizootica (SE)
  7. Isolasi virus  Newcastle Disease  (ND)
  8. Uji inokulasi mencit (MIT) untuk deteksi virus Rabies
  9. Isolasi virus  Porcine Reproductive and Respiratory Syndrome  (PRRS) pada kultur sel
DOWNLOAD FOLDER

 

MOLEKULER

  1. Deteksi virus  Avian Influenza  dengan teknik konvensional  Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction  (conRT-PCR)
  2. Uji konvensional Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction  (conRT-PCR) untuk deteksi bakteri Anthrax
  3. Uji konvensional Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction  (conRT-PCR) untuk deteksi bakteria  Brucella abortus
  4. Uji konvensional Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction  (conRT-PCR) untuk deteksi virus Jembrana
  5. Uji konvensional Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction  (conRT-PCR) untuk deteksi virus  Newcastle Disease
  6. Uji konvensional Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction  (conRT-PCR) untuk deteksi bakteria  Septicaemia Epizootica  (SE)
  7. Uji conRT-PCR untuk deteksi molekular antigen Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)
  8. Uji konvensional Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction  (conRT-PCR) untuk deteksi Rabies
  9. Uji konvensional Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction  (conRT-PCR) untuk deteksi bakteria  Salmonela Sp.
  10. Uji konvensional Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction  (conRT-PCR) untuk deteksi  Bovine Viral Diarrhea
  11. Deteksi virus  Avian Influenza  dengan teknik  Real-Time Reverse Transcription Polymerase Chain  (rRT-PCR)
  12. Uji Real-Time Reverse Transcription Polymerase Chain  (rRT-PCR) untuk deteksi molekular virus  Newcastle Disease
  13. Uji Real-Time Reverse Transcription Polymerase Chain  (rRT-PCR) untuk deteksi  Trypanosoma evansi
  14. Uji Real-Time Reverse Transcription Polymerase Chain  (rRT-PCR)  Classical Swine Fever  (CSFV)
  15. Uji Real-Time Reverse Transcription Polymerase Chain  (rRT-PCR) untuk deteksi virus PRRS
  16. Uji Real-Time Reverse Transcription Polymerase Chain  (rRT-PCR) untuk deteksi virus Rabies
DOWNLOAD FOLDER

 

SEROLOGIS DAN BIOLOGIS

  1. Uji biologis penyakit Jembrana
  2. Uji  Complement Fixation Test Brucella abortus
  3. Enzyme Linked Immunosorbent Assay  (ELISA) untuk deteksi antibodi  Septicaemia Epizootica  (SE)
  4. Uji  Enzym Linked Immunosorbent Assay  (ELISA) untuk deteksi antibodi BVD
  5. Enzym Linked Immunosorbent Assay  (ELISA)  Classical Swine Fever Virus  (CSFV)
  6. Uji Enzym Linked Immunosorbent Assay  (ELISA) untuk deteksi antibodi JDV
  7. Uji ELISA  Liquid Phase Blocking  (LPB) untuk deteksi antibodi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)
  8. Uji ELISA NSP untuk deteksi antibodi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)
  9. Uji  Enzym Linked Immunosorbent Assay  (ELISA) untuk deteksi antibodi penyakit virus  Porcine Reproductive and Respiratory Syndrome  (PRRS) Virus
  10. Uji  Enzym Linked Immunosorbent Assay  (ELISA) untuk deteksi antibodi penyakit Surra
  11. Uji Haemagglutinasi Inhibisi  (HI) untuk deteksi antibodi  Newcastle Disease  (ND)
  12. Uji hambatan aglutinasi sel darah merah ayam untuk deteksi antibodi AI
  13. Uji identifikasi  Trypanosoma evansi  dalam darah pada penyakit Surra
  14. Uji inokulasi mencit (MIT) untuk deteksi virus Rabies
  15. Uji NPLA ( Neutralising Peroxidase Linked Assay ) untuk deteksi antibodi CSFV pada serum babi
  16. Uji aglutinasi cepat untuk deteksi  S.pullorum
  17. Rose Bengal Test   Brucella abortus
  18. Uji  Western Immunoblotting  (WB) untuk deteksi antibodi spesifik virus Jembrana
DOWNLOAD FOLDER

 

LEAVE A REPLY