Simulasi Kesiapsiagaan dan Respons Darurat Kesehatan Hewan dan Koordinasi Lintas Sektor dengan Pendekatan One Health

0
400

Kementerian Pertanian bekerjasama dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyelenggarakan kegiatan Table Top Simulation (TTS) untuk menghadapi kedaruratan penyakit zoonosis dengan pendekatan One Health.  Kegiatan ini didukung oleh program Australia Indonesia Partnership for Emerging Infectious Diseases (AIPEID), PnR USAID, WHO, dan FAO sebagai mitra pemerintah dalam upaya mencegah, mendeteksi dan mengatasi wabah Penyakit Infeksi Emerging (PIE). Simulasi ini diselenggarakan di Hotel Grand Aston Medan, dan dibuka oleh Sekretaris daerah Provinsi Sumatera Utara. Turut hadir pula Direktur Keanekaragaman Hayati – Kementerian KLHK drh Indra Exploitasia, Dewan Pengarah BNPB Dr Fuadi Darwis,  Direktur Manajemen Penanggulangan Bencana dan Kebakaran Kemendagri Drs. Elvius Dailami, Msi.,  perwakilan dari Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Australia, serta Deputi Konsul Amerika Serikat di Medan.

Direktur Kesehatan Hewan, drh Fadjar Sumping Tjaturasa, PhD; dalam sambutan tertulisnya yang disampaikan oleh Plt kepala Balai Veteriner Medan drh Sintong Hutasoit, M.Si; menyampaikan bahwa perubahan kondisi dunia akibat pertumbuhan populasi manusia dan hewan yang sangat cepat, urbanisasi, penurunan kualitas lingkungan, sistem pertanian dan peternakan yang berubah, serta lalu lintas manusia/ hewan/produk hewan telah menyebabkan peningkatan risiko munculnya penyakit infeksi emerging (PIE) yang dapat mengancam keselamatan masyarakat serta berdampak ekonomi dan munculnya gejolak sosial di negara kita. Hal senada juga disampaikan oleh Kate Smith, Perwakilan dari DFAT Australia bahwa kesiapsiagaan menghadapi masuknya wabah penyakit hewan darurat dan zoonosis yang berpotensi sebagai bencana non alam merupakan hal yang sangat penting. Dengan kesiapsiagaan tersebut dugaan wabah penyakit hewan zoonosis dan penyakit infeksi emerging (PIE) dapat segera ditangani secara efektif, cepat, dan tepat sehingga dampaknya dapat ditekan seminimal mungkin.

Pelaksanaan simulasi bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pemerintah Indonesia dalam mencegah, mendeteksi dan mengatasi wabah Penyakit Infeksi Emerging (PIE) melalui peningkatan koordinasi multisektoral. Hal ini sesuai dengan Pedoman Koordinasi dan Kerjasama Lintas Sektoral dalam kerangka One Health yang yang diluncurkan oleh Kemenko PMK dan PnR USAID, dan Pedoman Pelaksanaan Sistem Manajemen Keadaan Darurat Kesehatan Hewan yang susun oleh Direktorat Kesehatan Hewan dengan dukungan AIPEID.  Selain itu tujuan simulasi ini di daerah adalah untuk kesiapsiagaan daerah dalah mengatasi wabah PIE.

Kegiatan simulasi ini menggambarkan bagaimana antar lintas sektor One Health bersinergi dan bekerjasama dan memberikan kontribusinya untuk membangun kesiapsiagaan menghadapi bencana non alam di Indonesia. Pada kesempatan ini Asisten Deputi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit – Kemenko PMK, Dr. Naalih Kalsum menyampaikan appresiasinya kepada semua pihak yang telah terlibat mempersiapkan seluruh rangkaian kegiatan simulasi.  Kegiatan simulasi yang sama telah dilaksanakan di kota Bogor, Manado, dan Bali sejak awal tahun 2018.

Deputi Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Medan, Jessica Panchatha menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini.  Dalam sambutannya beliau menyampaikan: “Merupakan suatu kehormatan bagi Pemerintah Amerika Serikat untuk mendukung Pemerintah Indonesia dalam mengembangkan pedoman koordinasi pendekatan One Health yang akan memastikan bahwa mekanisme koordinasi yang dibutuhkan saat terjadinya wabah bersifat transparan dan dapat ditindaklanjuti,” ungkapnya.

Sementara itu, Adrian Coghill, Team Leader AIPEID memaparkan bahwa kegiatan ini memberikan peluang yang besar bagi semua instansi pemerintah yang terkait. Pemerintah di tingkat pusat, regional, provinsi dan kabupaten dapat bekerjasama dan membuat jejaring bersama, saling memahami peran dan tanggung jawab masing-masing, serta menguji sistem kedaruratan yang ada saat ini sekaligus menyesuaikan dengan kondisi di wilayah masing-masing.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada tuan rumah pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang telah memfasilitasi kegiatan simulasi ini. DIharapkan kegiatan simulasi dapat menjadi pioneer dan contoh bagi daerah lain didalam penanganan kedaruratan kesehatan hewan zoonosis dan PIE lintas sektoral.

LEAVE A REPLY