Kegiatan penanggulangan Gangrep pada sapi/kerbau tahun 2015 berhasil menangani kasus gangguan reproduksi pada ternak sapi sebanyak 250.000 ekor (83,54%) dari total target 300.000 ekor. Pada tahun 2016 diharapkan terjadi kelahiran ternak sebanyak 2.096.846 ekor sebagai hasil program GBIB dan IB regular. Namun demikian, pada saat ini ternak yang telah di IB belum semuanya dapat diperiksa kebuntingannya, sehingga dilakukan kegiatan optimalisasi reproduksi dan penanganan Gangrep sebagai bentuk pengawalan pencapaian output dan outcome GBIB-Gangrep 2015.

Berkaitan dengan kegiatan optimalisasi tersebut, maka Direktorat Kesehatan Hewan dan UPT Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan bekerjasama dalam bentuk kerjasama swakelola di bulan November 2016 dalam upaya pendampingan kegiatan penanggulangan gangguan reproduksi dibidang teknis dan pelaksanaan penanganan gangguan reproduksi secara komprehensif. UPT Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan yang melaksanakan kegiatan tersebut adalah Balai Veteriner Bukittinggi, Balai Veteriner Medan, Balai Veteriner Lampung, Balai Veteriner Banjarbaru, Balai Besar Veteriner Wates, Balai Besar Veteriner Denpasar dan Balai Besar Veteriner Maros. Adapun lokasi pelaksanaan kegiatan dilaksanakan di Provinsi Sumatera Utara, Lampung, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Jawa Timur, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Utara.

Dalam rangka monitoring dan evaluasi hasil kerjasama swakelola, maka diadakan Rapat Evaluasi Penanggulangan Gangguan Reproduksi T.A 2016 yang dilaksanakan di Sahira Butik Hotel, Bogor 13 – 15 Desember 2016. Hadir dalam pertemuan Perwakilan UPT Balai Besar/Balai Veteriner serta 12 Dinas Provinsi yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan. Evaluasi dilakukan terhadap pelaksanaan pemantauan dan perolehan data di lokasi yang ditunjuk. Berbagai permasalahan yang timbul dilapangan juga turut dibahas untuk mendapatkan solusinya. Program penanggulangan gangrep diharapkan dapat mendukung keberhasilan IB dalam program Percepatan Peningkatan Populasi Sapi dan Kerbau (UPSUS SIWAB) yang diusung Kementerian Pertanian di tahun 2017.

Materi rapat dapat di download disini

Rumusan dapat di download disini (mohon check kembali 2 hari kedepan)

LEAVE A REPLY