Uji Kompetensi Fungsional Medik dan Paramedik Veteriner

0
2669

Sesuai dengan Permenpan No 52 Tahun 2012 tentang Jabatan Fungsional Medik Veteriner dan No. 53 Tahun 2012 tentang Jabatan Fungsional Paramedik Veteriner bahwa untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme pejabat fungsional medik dan paramedik veteriner yang akan naik jenjang jabatan setingkat lebih tinggi maupun pengangkatan pertama kali harus mengikuti dan lulus dalam uji kompetensi. Pada tahun 2016 pelaksanaan uji kompetensi telah dilaksanakan untuk kedua kalinya. Kali pertama telah dilaksanakan pada tanggal 7 – 8 Maret di Balai Besar Veteriner Wates, tanggal 8-9 Maret di Balai Veteriner Medan dan tanggal 7 – 9 Maret 2016 di Pusvetma Surabaya. Untuk kedua kalinya uji kompetensi dilaksanakan pada tanggal 7 September 2016 bertempat  di Balai Veteriner Medan (peserta dari wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Kepulauan Bangka Belitung), Balai Besar Veteriner Wates (peserta dari wilayah Jawa Tengah, DIY dan Bali), BIB Singosari (peserta dari wilayah Jawa Timur, NTT, NTB, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Gorontalo, Maluku dan Maluku Utara) dan di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (peserta dari wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Papua dan Papua Barat).

Berdasar hasil penilaian DUPAK medik dan paramedik veteriner yang dilaksanakan pada tanggal 18 – 22 Juli 2016, fungsional medik yang direkomendasikan untuk uji kempetensi sebanyak 26 orang dan fungsional paramedik veteriner sebanyak 65 orang. Uji kempetensi sendiri terdiri dari soal essay, pilihan ganda dan wawancara dengan materi pelaksanaan teknis dan pengembangan metode bidang Kesehatan Hewan, Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Karantina Hewan, peraturan perundangan bidang Kesehatan Hewan, Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Karantina Hewan. Tujuan pelaksanaan uji kompetensi sendiri adalah untuk mengukur kemampuan pejabat fungsional dalam tugas pokok dan fungsinya sebagai medik maupun paramedik veteriner dan kelayakan untuk naik ke jenjang jabatan di atasnya. Sehingga pada era perdagangan bebas fungsional medik maupun paramedik bisa berdaya saing dan mengimbangi dalam hal profesionalitas kerja sebagai aparatur pemerintah.

LEAVE A REPLY