Pertemuan Lokakarya Evaluasi dan Keberlanjutan Program Pengendalian Rabies di Flores dan Lembata

0
289
Pertemuan Lokakarya Evaluasi dan Keberlanjutan Program Pengendalian Rabies di Flores dan Lembata

Pertemuan Lokakarya Evaluasi dan Keberlanjutan Program Pengendalian Rabies di Flores dan Lembata yang dilaksanakan pada tanggal 30-31 Agustus 2016 di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Pertemuan ini merupakan penutupan dari proyek bantuan kerjasama Indonesia-FAO dengan bantuan World Animal Protection (WAP) melalui Proyek Assistance to the Government of Indonesia for the Effective and Humane Control of Rabies in Indonesia, with Special Emphasis on Flores and Lembata Islands (OSRO/INS/302/WPA. Pertemuan ini dilaksanakan dalam rangka: (1) Penilaian pembelajaran dari proyek; (2) Penilaian keberhasilan dan dampak dari proyek dan (3) Komitmen dari Dinas Peternakan Provinsi dan Kabupaten untuk 2016-2017 dan seterusnya untuk pengendalian rabies di Pulau Flores dan Lembata.

Selama kegiatan kerjasama tersebut, telah dilakukan peningkatan kualitas SDM meliputi: pelatihan tenaga vaksinator, pelatihan tenaga respon cepat, pelatihan tim komunikasi (melibatkan 9 Paroki contoh), pelatihan data encoder (sistem pelaporan/sms vaksinasi dengan Rabies Vaccination Campaign/RVC system) dan pelatihan petugas logistik. Selain itu FAO juga memberikan bantuan refrigerator, laptop untuk 9 DE, ToT Petugas Penanggulangan Rabies, Kompetisi A-Team Vaksinasi dan Pelatihan RIAD Test.

Berdasarkan laporan dari Dinas Peternakan Provinsi Nusa Tenggara Timur, selama kegiatan kerjasama berlangsung telah terjadi peningkatan cakupan vaksinasi serta penurunan angka kematian akibat gigitan HPR yang cukup signifikan sebagaimana tabel berikut:

Mengingat program kegiatan kerjasama ini telah berakhir, maka perlu ada tindak lanjut yang harus dilaksanakan baik oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten/Kota dalam rangka pembebasan rabies di Pulau Flores dan Lembata. Komitmen yang dihasilkan dalam pertemuan ini adalah tetap melanjutkan program pengendalian rabies dan menyepakati dengan melakukan rencana aksi yang meliputi:

realisasi-vax-ntt-2011-2015

kghpr-ntt-2010-2015

  1. Pembagian peran dan pertanggungjawaban dalam hal manajemen dan koordinasi pelaksanaan vaksinasi massal dan respon cepat antara Pemerintah Pusat, Provinsi, dan Daerah.
  2. Pembagian anggaran dalam pelaksanaan program pemberantasan rabies di Pulau Flores dan Lembata terkait logistik program vaksinasi massal dan laboratorium.
  3. Peningkatan kapasitas SDM dan peralatan/sarana-prasarana pendukung program pemberantasan rabies di Pulau Flores dan Lembata.
  4. Pelaksanaan survei jumlah populasi anjing.
  5. Peningkatan kesadaran masyarakat melalui peningkatan KIE.
  6. Pengadaan sarana dan prasarana RIAD test.
  7. Penyediaan anggaran untuk sosialisasi.
  8. Pengadaan operasional untuk penanganan setiap kasus rabies.
  9. Pelatihan dan penyegaran petugas.
  10. Pengadaan sumber listrik alternatif.
  11. Rapat koordinasi tingkat Nasional, Provinsi, dan Kabupaten.
  12. Pengadaan vaksin anti rabies (VAR untuk vaksinator).

 

LEAVE A REPLY